IBU PEMBELAJAR FULL-MANFAAT, KINI DAN NANTI
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)
Saya seorang istri dan ibu dengan dua orang
anak, laki-laki dan perempuan. Salah satu prinsip hidup saya adalah saya harus
menjadi manusia yang penuh manfaat bagi manusia lain dengan apa-apa yang Tuhan
telah anugerahkan kepada saya. Prinsip ini saya pegang teguh dalam menjalani
kehidupan sehari-hari yang terbiasa dengan aktivitas multi-peran.
Ketika sekolah dan kuliah dulu, saya
tidak menjadikan sekolah atau kuliah sebagai satu-satunya kegiatan saya.
Mengikuti berbagai kursus seperti kursus Bahasa Inggris, sempoa, dan taekwondo
hingga mengikuti berbagai macam kegiatan dalam organisasi/komunitas sudah
terbiasa mengisi hari-hari saya. Organisasi sekolah seperti Majelis
Permusyawaratan Kelas (MPK) dan eskul Remaja Masjid menjadi tempat saya belajar
dan berkontribusi. Begitupun yang saya jalani saat kuliah jenjang S1 . Kuliah dan rapat adalah dua kegiatan favorit
saya saat itu. Organisasi tingkat Himpunan Mahasiswa Jurusan, Unit Kreatifitas Mahasiswa
tingkat fakultas dan universitas, BEM tingkat Fakultas dan Kampus, hingga
aliansi nasional BEM Seluruh Indonesia pernah saya cicipi. Menjadi staff, ketua
bidang, hingga menjadi ketua (koordinator) umum juga pernah saya lakoni.
Kini saya sudah
menikah dan memiliki dua orang anak, namun semangat saya untuk terus menjadi
pribadi yang full-manfaat masih
terjaga. Tidak hanya mengurus rumahtangga, mengikuti komunitas-komunitas untuk
mengupgrade diri dan bermanfaat di masyarakat
juga saya lakoni. Hal ini saya lakukan dengan menjadi pengurus dan anggota dari
Komunitas Ibu Profesional, sebuah Komunitas Ibu tingkat nasional yang menjadi
wadah perempuan untuk terus mengupgrade diri
pada ilmu-ilmu mutakhir (baik pada bidang kerumahtanggaan maupun skill hidup umumnya) dan memberikan
sumbangsih nyata bagi masyarakat dalam berbagai bidang sesuai passion anggotanya. Ya, saya bertemu
dengan orang-orang yang seperti saya melalui komunitas ini, orang yang berusaha
untuk selalu bertumbuh dan meningkatkan kebermanfaatan bagi sesama.
Selain berorganisasi atau berkomunitas, saya juga memiliki
hobi lain, yaitu belajar. Skill akademik
ialah salah satu kelebihan saya sejak kecil. Menjadi juara kelas, masuk sekolah
favorit, hingga memenangkan penghargaan dan beasiswa merupakan anugerah yang
Tuhan berikan kepada saya. Kerja keras dan dedikasi saya pada dunia akademik
yang saya geluti menjadi salah satu prioritas dalam hidup saya. Begitupun saat
kuliah. Meskipun disibukkan dengan berbagai aktivitas organisasi yang saya
ikuti, saya tetap mengalokasikan cukup waktu dan tenaga untuk belajar. Hal ini
dibuktikan dengan sejumlah prestasi akademik yang berhasil saya capai sebagai
ganjaran kerja keras saya. Menjadi lulusan terbaik program studi saya,
mengikuti beberapa forum internasional di negara tetangga, hingga menerbitkan
karya pada forum ilmiah nasional hingga Internasional pernah saya rasakan.
Atas pertimbangan-pertimbangan di atas, kini saya memutuskan
untuk melanjutkan studi di jenjang magister. Hal ini saya lakukan sebagai upaya
meningkatkan kapasitas diri saya untuk memaksimalkan kebermanfaatan saya bagi
masyarakat yang lebih luas.
Setelah menyelesaikan kuliah jenjang S2, saya berencana untuk
membuka usaha startup di bidang
pendidikan. Perusahaan saya ini akan memproduksi berbagai jenis media belajar,
baik media cetak maupun elektronik. Dengan pengembangan media belajar ini, saya
berharap akan ada lebih banyak orang yang bisa mengakses pendidikan yang berkualitas,
kapanpun dan dimanapun. Media belajar yang kami kembangkan dapat tersentuh oleh
siswa dari Sabang sampai Merauke, dari kota besar hingga daerah terpencil. Batas-batas
wilayah kian samar untuk menyongsong akses pendidikan yang berkualitas untuk
semua.
Selain itu, saya juga berharap dapat meniti karier sebagai
dosen untuk terus aktif dalam meneliti/mengkaji isu pendidikan, serta
mengembangkan ilmu pendidikan yang mutakhir. Lingkungan akademisi kampus akan
menjadi wadah yang sempurna bagi saya agar terus mengupgrade diri saya demi keberlanjutan kebermanfaatan saya bagi
masyarakat luas.
Dengan menjadi dosen, saya juga mengikuti salah satu prinsip
hidup yang saya dapat dari mengikuti berbagai organisasi di kampus, bahwa sangat penting memang menjadi pribadi penuh
manfaat bagi masyarakat, tetapi yang tidak kalah pentingnya juga tidak lupa mempersiapkan
generasi berikutnya (kaderisasi) untuk melanjutkan apa-apa yang telah kita mulai.
Dengan menjadi dosen, saya memiliki peluang yang sangat besar untuk mendidik
guru-guru pengganti saya di masa depan, menyiapkan generasi selanjutnya
(kaderisasi). Sehingga filosofi pohon pisang yang selalu mempersiapkan
tunas-tunas baru sebelum dirinya layu dan mati, berlaku untuk saya.
Alhasil, menjadi ibu pembelajar full-manfaat, kini dan nanti bukan lagi menjadi isapan jempol
belaka. Saya bermanfaat bagi banyak orang di hidup saya kini, juga di hidup
saya nanti setelah lulus S2, dan insyaAllah saya akan tetap bermanfaat setelah
saya mati. Buku-buku dan media belajar yang saya telurkan, yang tak lekang oleh
waktu, dan generasi penerus yang saya siapkan, insyaAllah akan menjadi amal
jariyah yang pahalanya akan terus mengalir walau nyawa sudah tidak lagi dikandung
badan.
Comments
Post a Comment