Posts

IBU PEMBELAJAR FULL-MANFAAT, KINI DAN NANTI

  “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad )             Saya seorang istri dan ibu dengan dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Salah satu prinsip hidup saya adalah saya harus menjadi manusia yang penuh manfaat bagi manusia lain dengan apa-apa yang Tuhan telah anugerahkan kepada saya. Prinsip ini saya pegang teguh dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang terbiasa dengan aktivitas multi-peran.             Ketika sekolah dan kuliah dulu, saya tidak menjadikan sekolah atau kuliah sebagai satu-satunya kegiatan saya. Mengikuti berbagai kursus seperti kursus Bahasa Inggris, sempoa, dan taekwondo hingga mengikuti berbagai macam kegiatan dalam organisasi/komunitas sudah terbiasa mengisi hari-hari saya. Organisasi sekolah seperti Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) dan eskul Remaja Masjid menjadi tempat saya belajar dan berkontr...

ANTARA SI MALIN DAN SI TANGGANG

                 Siapa yang tidak tahu cerita tentang Malin Kundang? Cerita ini sangat populer setidaknya bagi anak-anak generasi 90an seperti saya. Cerita ini secara umum berkisah tentang kedurhakaan anak pada orangtua, sehingga turunlah azab dari Tuhan. Alkisah ada seorang anak yang ingin pergi berlayar untuk memperjuangkan nasib agar menjadi lebih sukses dibanding hanya berdiam diri di kampung. Dengan berat hati, ibu dari anak bernama Malin itu mengijinkan putranya pergi. Singkat cerita, Malin berhasil mencapai kesuksesan setelah berlayar. Dia menjelma menjadi saudagar yang kaya raya dan bahkan sudah menikah dengan seorang perempuan cantik. Suatu hari, tanpa disengaja, Malin bertemu dengan ibunya saat kapalnya sedang bersandar di dermaga. Sang ibu pun sangat terharu karena akhirnya dapat berjumpa dengan anaknya. Berbeda dengan sang ibu, Malin justru merasa sangat malu karena ibunya ialah perempuan miskin dari kampung, Malin malu pada ...

REVIEW BUKU TAUHID ANAK : FAIZ BERTANYA?

Salah satu buku yang kami pinjam di Perpustakaan Kota Jogja pada kunjungan yang lalu ialah buku tauhid anak berjudul "Faiz Bertanya?". Buku yang ditulis Kak Erlan yang merupakan seorang pengkisah cerita anak ini, sangat menarik dibahas karena termasuk unik, berbeda dari buku anak kebanyakan. Secara umum, buku ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan seorang anak bernama Faiz tentang perkara-perkara tauhid, mulai dari siapa itu Allah; dimanakah Allah; apa itu ibadah; apa saja yang termasuk ibadah; apa itu surga; ada apa saja di surga; hingga apa yang bisa menyebabkan seseorang masuk surga. Hal yang sangat penting tentang perkara tauhid pun tak lupa juga dibahas, yakni pemurnian ibadah semata-mata hanya karena Allah sebagai sebab diterimanya amal. Perkara-perkara berat dan sangat konseptual di atas dibahas dengan bahasa yang ringan dengan setting diskusi Faiz dengan kedua orangtuanya. Gaya bahasa yang sederhana dan lugas khas anak-anak, membuat pertanyaan-pertanyaan Faiz ters...

PERJALANAN DENGAN TELEVISI

Sejak pindah ke rumah baru sejak sekitar satu tahun yang lalu, ada kebiasaan baru di rumah kami. Kebiasaan ini memang betul-betul baru karena sebelumnya kami bahkan tidak punya media untuk melakukannya. Ya, menonton televisi. Bermula dari TV LED hadiah, kami mulai terjebak dengan kebiasaan yang membingungkan ini, antara bermanfaat atau tidak. Beberapa kali mama mulai kesal dengan adanya TV di rumah. Ruang tengah yang biasanya berfungsi sebagai ruang ngobrol, diskusi, dan bercengkrama bersama keluarga, kini sering berubah fungsi menjadi ruang nonton bareng. Terlebih saat kami memasang layanan penyedia internet rumahan yang berbonus layanan TV kabel, TV pun makin sering difungsikan. Mama yang awalnya menentang keras penggunaan TV, kini mulai luluh karena bisa menonton channel masak mancanegara, channel berita mancanegara seperti ABC atau BBC, hingga channel penelitian atau reality show luar negeri yang menurut mama berbobot. Selain itu, mama juga memberikan akses menonton channel ...

REVIEW BUKU DALAM DEKAPAN MUKJIZAT QUR'AN

Judul Buku: Dalam Dekapan Mukjizat Qur'an Penulis: Lana Salikah Azhariyyah, Salmiah Rambe, dkk Penerbit: Syaamil Books Jenis Buku: Kumpulan Cerpen Non-fiksi Tebal Buku: 254 halaman "Hidayah ialah undangan Allah Swt. kepada kita untuk berproses terhadap sesuatu. Dalam buku ini, hidayah yang dimaksud ialah berproses bersama Qur'an (Hidayatul Qur'an). Yakni, rangkaian undangan yang selalu Allah Swt.tambah dari waktu ke waktu (untuk mendekat pada Qur'an). Setiap satu undangan yang saya respons, Allah Swt.tambah lagi dengan undangan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Terkadang saya tidak memberikan respons pada undangan yang diberikan, namun Allah Swt.terus melimpahi dengan undangan-undangan dan kasih sayangNya", ungkap Lana Salikah dalam pengantar buku ini. Agaknya betul penggambaran perwakilan Penulis tentang buku ini mengenai definisi hidayah sebagai rangkaian proses terhadap undangan Allah Swt., bukan hasil yang seketika menjadikan seseorang menjadi baik ...

PERPUSTAKAAN ADALAH RUMAH, BUKU ADALAH TEMAN

                 Sudah sekitar 1 tahun kami menambah kebiasaan baru bagi keluarga kami, yakni berkunjung ke perpustakaan seminggu sekali. Hal ini kami lakukan setelah anak pertama kami mulai memiliki kebutuhan akan buku yang tinggi. Sehingga kami mulai kewalahan memenuhi kebutuhannya. Sejak pandemi ini, jumlah pengunjung di perpustakaan sangat dibatasi. Hanya sekitar 50 orang saja yang boleh masuk ke Perpustakaan Kota Jogja. Terkadang kami harus pulang dengan kecewa karena tidak kebagian kuota pengunjung. Seperti hari ini, kami tidak kebagian kuota di saat kami sudah punya buku di wishlist kami yang tak sabar kami bawa pulang. Namuin demikian, qadarullah ketika hendak pulang, Si Papa mengambil jalan yang memutar sehingga melewati perpustakaan lagi. Alhamdulillah,ternyata 5 menit berselang dari kepergian kami, kuota pengunjung perpustakaan kini tersedia untuk kami. MasyaAllah, kejutan rezeki dari Allah. Kami sangat senang, sangat tid...

Anakku 'Suka' (Sering) Rebutan

          Anakku, Best (perempuan, 3 tahun) dan Badi (laki-laki, 1 tahun) relatif sering rebutan. Wajar, masih sama-sama di fase egosentris. Apalagi nih adiknya semacam follower sejati kakaknya, apa-apa yang kakak lakuin sering diikutin. Termasuk pagi ini soal mobil-mobilan. Si kakak udah naik duluan, eh si adik datang ingin naik juga dan merebut paksa. Si kakak tidak terima. Aku pun datang,  "Dedek juga mau naik ya? Gimana kalau kita bagi waktunya biar adil, 3 menit-3 menit gimana?", kataku menawarkan solusi pada mereka. "Baiklah", kata si kakak langsung setuju. Berbeda dengan si kakak, si adik tetap ingin merebut mainan yang masih dipakai kakak. Aku pun menahan si adik, kudekap dan kujelaskan padanya pelan-pelan. Awalnya dia meronta-ronta tidak terima, tetapi akhirnya mengerti juga. Ya, akhirnya dia mau menunggu.  Tetapi belum ada 3 menit berjalan, si kakak turun. "Nih dik, adik aja yang naik", kata si kakak. "Maacih", jawab si adik dengan man...